Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Kebijakan Pemerintah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebijakan Pemerintah. Tampilkan semua postingan

Pengenalan Lingkungan Sekjak Usia Dini

Guna mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam melestarikan lingkungan hidup dan mempertahankan kondisi tersebut, maka pada 5-7 Desmber 2011 diadakanlah kegiatan Pertemuan Nasional Adiwiyata yang mengambil lokasi di The Empire Place, Surabaya. Pada kegiatan yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini dihadiri oleh perwakilan dari sekolah-sekolah Adiwiyata dari seluruh Indonesia, Kementerian Pendidikan


Guna mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam melestarikan lingkungan hidup dan mempertahankan kondisi tersebut, maka pada 5-7 Desmber 2011 diadakanlah kegiatan Pertemuan Nasional Adiwiyata yang mengambil lokasi di The Empire Place, Surabaya. Pada kegiatan yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini dihadiri oleh perwakilan dari sekolah-sekolah Adiwiyata dari seluruh Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Lingkungan Hidup Surabaya.
Pada acara yang dibuka dengan paduan suara dan tarian dari sekolah-sekolah peraih penghargaan Adiwiyata ini, Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Ilyas Asaad, M.P., mengatakan bahwa “Kearifan manusia dalam mengelola sumber daya tidak bisa dengan seketika tanpa adanya pendidikan,” ungkapnya. Ilyas juga menambahkan dengan adanya Adiwiyata ini bisa membantu para siswa mendapatkan pengetahuan mengenai lingkungan sejak dini.
Sebagai tuan rumah, Surabaya menyambut baik acara ini. “Acara ini sesuai dengan visi dan misi Jawa Timur,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Rasiyo, M.Si. Diharapkan pula keberhasilan sekolah-sekolah di Jawa Timur menyabet banyak penghargaan Adiwiyata, dapat dijadikan contoh dan pemacu semangat oleh sekolah-sekolah lain di luar Jawa Timur. Sehingga seluruh sekolah daerah di Indonesia bisa menjadi sarana untuk pembelajaran lingkungan hidup bagi para siswanya.
Dalam implementasinya KLH bekerjasama dengan para stakeholders guna mengajak warga sekolah untuk melaksanakan proses belajar mengajar mengenai materi lingkungan hidup. Diharapkan pula warga sekolah dapat turut berpartisipasi dalam melestarikan dan menjaga lingkungan hidup di sekolah dan daerah sekitarnya.sehingga tercipta kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sehingga warga sekolah dapat turut serta bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
Kedepannya, diharpkan penghargaan Adiwiyata bukan dijadikan sebagai ajang perlombaan, namun kegiatan ini dijadikan sebagai pelecut semangat sekolah-sekolah untuk melestarikan lingkungan. Karena bila dijadikan ajang perlombaan, para peserta yang akan mengikuti Adiwiyata hanya akan menerapkan program melestarikan lingkungan dalam jangka waktu yang singkat, atau dengan kata lain menjaga lingkungan jika hanya ada perlombaan.
“Kita akan mencari dukungan untuk baik dari dalam maupun luar negeri untuk sekolah-sekolah Adiwiyata,” ujar Ilyas. Salah satu contoh dukungan dari luar negeri adalah dengan adanya sister city. Dimana sekolah-sekolah di Indonesia dapat bekerja sama dengan sekolah-sekolah diluar negri yang sudah mengimlementasikan kegiatan ramah lingkungan. Karena saat ini sudah banyak sekolah di luar negeri yang sudah menerapkan program ramah lingkungan.
Ilyas juga berharap agar peserta Adiwiyata dapat bertambah pada tahun-tahun mendatang. Dari total 250.000 sekolah yang ada di Indonesia, baru 16.300 sekolah yang sudah mengikuti penghargaan Adiwiyata. Ia mengatakan, saat ini ada tiga provinsi yang belum mengikuti kegiatan Adiwiyata, yaitu Provinsi Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Papua Barat. Semoga semua sekolah diseluruh wilayah Indonesia bisa menerapkan program ini, agar kelestarian lingkungan bisa tetap terjaga. Jangan lupa pula, jangan hanya anak sekolah saja yang menjaga kebersihan, karena kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama.
Pada acara ini juga diselengarakan beberapa diskusi yang bertemakan sekolah dengan wawasan lingkungan dan pembahasan mengenai sayarat dan pedoman pemberian penghargaan Adiwiyata. Diskusi-diskusi ini akan diisi oleh pembicara yang merupakan para pemangku kepentingan, baik dari pemerintah maupun perusahaan swasta, yang berkenaan langsung dengan program sekolah yang berwawasan lingkungan.

Diupayakan Anggaran Sekolah Berbudaya Lingkungan

CIMAHI, (PRLM).- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi akan mengupayakan anggaran khusus pada 2012 untuk pembinaan sekolah berbudaya lingkungan (Eco School). Hal ini terkait dengan target agar Eco School Kota Cimahi bisa berbicara di tingkat provinsi dan nasional 2-3 tahun mendatang.
Sekretaris Disdikpora Kota Cimahi Ace Hermawan mengatakan, sejauh ini pembinaan Eco School di Cimahi terus dilakukan. Bahkan untuk kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sudah ada sekolah di Kota Cimahi yang berprestasi di tingkat provinsi dan nasional. “Namun untuk Eco School secara keseluruhan belum terlalu menonjol,” katanya ketika ditemui Jumat (20/5).
Ace mengakui, belum adanya anggaran khusus menjadi salah satu penyebab masih kurang optimalnya pembinaan Eco School di Kota Cimahi. Namun, sejauh ini bantuan tidak langsung sudah sering diberikan Disdikpora kepada beberapa sekolah. Tidak terkecuali bantuan pengembangan fasilitas WC sekolah yang bersih dan representatif.
Pembinaan, tambah Ace, juga dikoordinasikan dengan lembaga terkait lain seperti Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Salah satu program pembinaan tersebut adalah lomba Eco School yang digelar setiap untuk setiap tingkat sekolah se-Kota Cimahi.
Menurut Kepala Seksi Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dan Pembinaan Lingkungan KLH Kota Cimahi Mohamad Sutarno, tahun ini Lomba Eco School akan diikuti sekitar 228 sekolah dari tingkat SD sampai SMA. Selain pembinaan sekolah, program ini diharapkan mendukung pencapaian target Kota Cimahi meraih Adipura.
Sutarno menjelaskan, perlombaan Eco School dinilai dari berbagai indikator seperti penghijaun, pengelolaan sampah, pengelolaan air dan penghematan energi. Selain itu, penilaian juga mencakup penanganan air limbah dan jajanan anak sekolah.
Tim penilai, kata Sutarno, merupakan pihak independen dari LSM Lingkungan dan akademisi yang berjumlah 5 orang. "Proses penilaian dilakukan beberapa tahap dan akan berjalan selama 3 minggu sampai 18 Juni mendatang," katanya.
Pasca penilaian, akan dipilih 20 sekolah yang memenuhi kriteria Ecoschool. Jumlah tersebut terdiri dari 10 SD, 5 SMP dan 5 SMA. Sekolah yang terpilih akan mewakili Cimahi untuk mengikuti Green School di tingkat provinsi.
Sutarno mengakui, pihaknya belum bisa menyediakan hadiah berupa uang dalam lomba ini. Pasalnya, sasaran kegiatan tersebut memang untuk memotivasi siswa dan sekolah untuk menjaga lingkungan mereka.
Sementara itu, Kepala SDN Cimahi Mandiri 2 Sukmajati mengatakan, sekolahnya mencoba konsisten berbenah diri untuk mewujudkan Eco School. Langkah yang dilakukan mulai dari menjaga kebersihan toilet, UKS dan halaman sekolah agar terbebas dari sampah. Sukmajati menyambut baik adanya perlombaan Eco School tingkat Kota Cimahi setiap tahun. Menurut dia, lomba semacam ini bisa memotivasi untuk selalu menjaga kebersihan lingkungannya. (A-178/A-88)
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...